You are currently viewing Sabun dengan Kandungan Perak yang Antimikroba
Perak

Sabun dengan Kandungan Perak yang Antimikroba

Mandi merupakan kegiatan yang diperlukan manusia untuk membersihkan tubuh. Kotoran-kotoran yang menempel di badan perlu dibersihkan dengan sabun. Sabun menjadi barang penting yang selalu dibutuhkan oleh mayoritas manusia. Berbagai penelitian dilakukan untuk mengembangkan produk sabun. Beberapa produk sabun dikembangkan untuk memiliki fungsi tambahan, seperti antimikroba, memutihkan kulit, melembabkan kulit, dan fungsi-fungsi tambahan lainnya, dengan menambahkan bahan aktif lain yang dapat berfungsi demikian.

Silver-Ion sebagai Antimikroba

Pengembangan teknologi yang semakin pesat dan maju menemukan bahan aktif yang dapat berfungsi sebagai antimikroba. Logam perak (Ag) menghasilkan ion Ag+ yang dapat berfungsi sebagai antimikroba. Dalam berbagai penelitian, ion Ag+ atau sering disebut silver-ion atau ion perak memiliki manfaat sebagai antimikroba yang dapat membunuh bakteri dan virus. Beberapa penelitian juga telah membuktikan bahwa ion perak mampu melawan bakteri penyebab gangguan pernapasan (Staphylococcus) dan bakteri penyebab gangguan pencernaan, seperti Salmonella dan Escherichia coli. Silver-ion juga mampu untuk membasmi virus, seperti virus Influenza.

Logam Perak. Sumber: https://www.tokopedia.com/

Mekanisme Penghancuran Mikroba oleh Silver-ion

Bakteri dan virus dapat menjadi penyebab penyakit yang diderita oleh manusia. Sebelum antibiotik ditemukan, perak telah digunakan selama berabad-abad di Yunani untuk menangani sakit perut atau menyembuhkan luka. Silver-ion yang dapat membunuh bakteri dan virus ini bisa ditambahkan ke dalam bahan aktif sabun, seperti sabun mandi. Silver-ion bekerja dengan menyebabkan untaian DNA berpasangan dalam bakteri maupun virus terpisah, serta menyebabkan ikatan antara protein dan DNA melemah. Ion perak menembus membran sel bakteri dan mengganggu metabolisme, serta menghambat respirasi sel bakteri. Teknologi Silver-ion menciptakan permukaan di mana 99,9% mikroba tidak dapat bertahan hidup. Pengujian laboratorium dan kehidupan nyata telah membuktikan bahwa teknologi tersebut mengurangi mikroba hingga 80% hanya dalam 15 menit dan 99,9% hanya dalam dua jam.

Struktur Sel Bakteri. Sumber: https://www.nazava.com/

Aplikasi Penggunaan Perak

Selain ditambahkan sebagai bahan aktif sabun berupa ion perak, perak juga digunakan untuk sebagai pelapis alat-alat kedokteran. Bakteri dan virus dapat masuk ke dalam tubuh melalui alat-alat kedokteran, seperti pinset, pisau bedah, dan alat lainnya. Hal tersebut menyebabkan timbulnya atau meningkatnya kasus pasien terinfeksi bakteri atau virus. Alat-alat kedokteran dilapisi dengan teknik pelapisan Nano, partikel logam perak tersebar secara merata di permukaan peralatan yang dilapisinya. Perak juga digunakan dalam filter keramik untuk pengolahan air, seperti untuk pengolahan air minum.

Alat bedah yang digunakan oleh dokter. Sumber: https://www.republika.co.id/

Mitos atau Fakta Colloidal Silver Agen Antimikroba?

Colloidal Silver atau Koloid Perak terdiri dari partikel perak kecil dalam cairan yang terkadang dipromosikan sebagai suplemen makanan. Namun, bukti yang mendukung klaim terkait kesehatan masih kurang. Faktanya, koloid perak bisa berbahaya bagi kesehatan. Beberapa bahaya dari koloid perak, yaitu

  1. Koloid Perak dapat menyebabkan efek samping yang serius, seperti argyria, perubahan warna abu-abu kebiruan pada kulit, yang biasanya permanen.
  2. Koloid Perak juga dapat menyebabkan penyerapan yang buruk (tidak bisa digunakan bersamaan) pada beberapa obat, seperti antibiotik dan tiroksin tertentu (digunakan untuk mengobati defisiensi tiroid).
  3. Food and Drug Administration atau FDA telah memperingatkan pada tahun 1999 bahwa koloid perak tidak aman atau tidak efektif untuk mengobati penyakit atau kondisi apapun.
  4. FDA dan Federal Trade Commission telah mengambil tindakan terhadap sejumlah perusahaan karena membuat klaim yang menyesatkan tentang produk perak koloid.

 

Perak tidak memiliki fungsi atau manfaat yang diketahui dalam tubuh saat diminum. Perak juga bukanlah mineral penting bergizi atau suplemen makanan yang berguna. Perak sulfadiazine (digunakan pada kulit, sebagai antimikroba topikal) untuk mencegah terjadinya infeksi pada luka bakar derajat 2 atau 3. Namun, tetap ada efek samping argyria jika diaplikasikan dan efek samping lainnya.

Minuman Colloidal Silver atau Koloid Perak. Sumber: https://kidness-shop.ru/id/

penulis

Silmia Nurul Aulia Irawan (13019004)

Muhammad Faisal Prawiratama (13019043)

sumber

Adrian, K. 2020, 2 Juli. Silver-Ion Bisa Usir Virus? Yuk, Cari Tahu di Sini. Diakses 13 Februari 2021 dari Alodokter

Aria. 2005, 5 Januari. Logam Perak Penangkal Infeksi Bakterial. Diakses 13 Februari 2021 dari Lipi

BioClad. Antimicrobial Technology. Diakses 13 Februari 2021 dari BioClad

Florencia, J. 2017. Melirik Manfaat Sabun Mandi yang Mengandung Ion Perak. Diakses 13 Februari 2021 dari Klikdokter

Killen, J. 2017, April. Colloidal Silver. Diakses 13 Februari 2021 dari NIH

Maringga, Fredy Rodeardo. Perak Sulfadiazine. Diakses 13 Februari 2021 dari Alomedika

Nazava. Bagaimana Cara Perak Dalam Filter Keramik Nazava Dapat Membunuh Bakteri?. Diakses 13 Februari 2021 dari Nazava 

University of Arkansas. 2020, 9 April. How Silver Ions Kill Bacteria. Diakses 13 Februari 2021 dari Science Daily

Tinggalkan Balasan