Salah satu contoh penerapan reduce derivatives di Industri adalah dalam pembuatan semi-synthetic penicillins. Setiap tahunnya, ada lebih dari 10.000 ton Penicillin G yang dihidrolisis menjadi 6-APA yang kemudian akan dikonversikan menjadi semi-sintetik penisilin.

Pada umumnya, proses pengubahan penicillin G menjadi 6-APA membutuhkan proteksi penicillin G sebagai silyl ester. Semakin hari, reaksi kimia yang membutuhkan proses proteksi terlebih dahulu semakin tidak diinginkan, karena semakin banyak tahapan reaksi yang harus dilakukan, semakin banyak pula limbah yang mungkin terbentuk. Hal ini tentunya tidak baik bagi lingkungan, sehingga dibutuhkan cara lain yang lebih efektif untuk memproduksi 6-APA dari penicillin G.

Salah satu cara konversi penicillin G menjadi 6-APA yang lebih ramah lingkungan adalah dengan menggunakan biokatalisis, yaitu penicillin acylase. Cara sintesis ini hanya berlangsung dalam satu tahap di dalam air yang bersuhu 37oC. cara baru ini tentunya membawa banyak keuntungan dari sisi lingkungan, dimana tahap proteksi tidak dibutuhkan lagi. Lebih jelasnya, hal ini dapat dilihat pada gambar di atas, dimana dengan menggunakan penicillin acylase hanya dibutuhkan 1 tahapan reaksi (reaksi iii), sedangkan cara konvensional membutuhkan 2 tahapan reaksi (reaksi i dan ii), karena membutuhkan tahap proteksi terlebih dahulu.

penulis

Daniel Benedict I. (13018004)

Jason Febrian (13018006)

sumber

Dunn, P. (2012). The importance of Green Chemistry in Process Research and Development. Chem Soc Rev41, 1452-1461

Leave a Comment