You are currently viewing Pemilihan Presiden di Amerika Serikat

Pemilihan Presiden di Amerika Serikat

Tanggal 19 Agustus mungkin merupakan tanggal yang tidak terlalu diperhatikan oleh masyarakat awam.Namun sebenarnya, pada tanggal ini diperingati Hari Departemen Luar Negeri Indonesia.Untuk itu OnThisDay kembali lagi membawakan secarik artikel yang setidaknya dapat mengapresisasi hari tersebut. Dari banyaknya isu luar negeri yang hangat diperbincangkan (sensasinya), beberapa orang mungkin melupakan salah satu kejadian penting yang akan mempengaruhi dunia. Kejadian tersebut adalah pemilihan Presiden Amerika Serikat yang ke 46. Identik dengan pemilihan presiden lainnya, jelas pemilihan presiden di US menonjolkan sisi persaingan antar calon-calonnya. Selain polemik adu argumentasi dan visi yang kononnya mengatasnamakan masyarakat itu sendiri, banyak hal yang sebenarnya bisa dipelajari dari pemilihan ini. Dalam artikel ini akan disinggung mengenai sejarah pemilihan, sistem pemilihan sekarang, persaingan 2 capres, dan timeline pemilihan (yang sudah berjalan).

SEJARAH PEMILIHAN PRESIDEN DI AMERIKA SERIKAT

Untuk membahas pemilihan Presiden Amerika Serikat ada baiknya bila kita me rewind balik tahun 1789, dimana ini merupakan tahun pertama dilaksanakan pemilihan Presiden.Presiden yang terpilih merupakan George Washington yang pada saat itu, beliau merasa tidak ingin untuk mencalonkan diri sampai saat-saat terakhir (Berbeda dengan Capres sekarang). Rasisme pun tidak terlepas dari pemilihan ini, hanya orang kulit putih yang boleh untuk memilih pada kala itu. Sistem pemilihan pada tahun 1789 dinaungi oleh konstituen, dimana yang berhak memilih merupakan electors dari berbagai state di Amerika Serikat.Pemilihan electors diserahkan kembali pada tiap negara bagian, tiap electors hanya boleh mengajukan 2 nama dimana suara terbanyak akan menjadi presiden dan setelahnya menjadi wakil presiden.Terdapat 12 calon yang dapat dipilih waktu itu.Berbeda dengan zaman sekarang pada saat itu belum ada partai ataupun kampanye yang dilakukan, yang ada hanyalah tiap calon tersebut merupakan federalist ataupun anti federalist (ditinjau dari persetujuan terhadap ratifikasi konstitusi Amerika). Pemilu diadakan pada 15 Desember 1788 – 10 Januari 1789.Dari 13 states yang mengajukan nama, hanya 10 states yang dianggap sah.Hal tersebut dikarenakan Rhode Island dan North Carolina tidak meratifikasi konstitusi, sedangkan New York telat dalam pengajuan hasil voting.Singkatnya George Washington menang dengan 69 electors dan didapat wakilnya yaitu John Adams dengan 34 electors.Sedikit informasi pemilihan pertama ini merupakan satu-satunya yang dilakukan pada tahun ganjil.

NOWADAYS SYSTEM ELECTION

Setelah 231 tahun berlalu Amerika kembali melakukan pemilihannya.Meskipun isu yang banyak dibicarakan ada beberapa pihak yang ingin mengundur pesta demokrasi ini akibat pandemik, namun yang lebih penting apa yang bisa kita pelajari dari sistem pemilihan yang sekarang ?.Pemilihan Presiden di Amerika Serikat di bagi beberapa tahap, sebagai berikut.

 

  1. Primaries and Caucuses

Mari berangkat dari hal  paling dasar, yaitu pihak yang mengusung calon presiden.Disini pihak yang dimaksud adalah partai. Amerika Serikat memiliki 2 partai besar yang pertama adalah Partai republik dan yang kedua adalah Demokrat. Masing-masing partai menggelar tata cara pemilihan dengan 2 metode, yaitu primary dimana dilakukan pemilihan oleh masyarakat terhadap delegasi yang ada dan caucus yang secara simpelnya adalah memilih kandidat berdasarkan beberapa tahap diskusi dan voting. 

  1. National Conventions

Pada tahap ini delegasi yang sudah mewakilkan suara masyarakat Amerika, memilih Kandidat presiden di partai tersebut. Pada tahap ini juga calon presiden dari tiap partai dapat memilih wakilnya, sehingga partai republik dan demokrat masing-masing mempunyai calon presiden dan wakilnya.Representasi ini yang akan bertarung pada Electoral College pada bulan November. Capres dan cawapres ini juga akan melakukan kampanye ke seluruh negara bagian amerika untuk mendapatkan suara di tempat tersebut.

 

  1. General Election

Bagian ini hampir sama seperti proses primary (tahap 1 ), dimana masyarakat Amerika Serikat memilih calon presiden nya tapi melalui electors (Sama seperti pemilihan kandidat presiden di partai dimana masyarakat memilih melalui delegasi).

  1. Electoral College

Perkenalkan tahap akhir dari pesta demokrasi Amerika Serikat yaitu Electoral College, Ini merupakan budaya atau ciri khusus dari pemilihan presiden di Amerika Serikat.Para electors yang sudah terpilih akan mewakili masyarakat. Jumlah dari electors tergantung pada jumlah penduduk di negara bagian tersebut.

        “Winners Take it all”.

Kata-kata diatas mencerminkan bagaimana keunikan lain yang ada di pemilihan presiden Amerika.Lebih simplifikasi bila dijelaskan sebagai contoh. Semisal ada 10 electores yang ada di California dan hasil dari pemilihannya adalah 6 suara memilih Demokrat dan 4 suara memilih Republik, maka Demokrat yang unggul dengan 6 suara berhak atas semua suara yang ada di negara bagian tersebut.(10 suara menjadi milik partai Demokrat).Beberapa negara bagian menjadi lumbung suara untuk partai tertentu, misalnya Texas yang menjadi sumber voting Republik dan California yang menjadi sumber voting Demokrat.Namun terdapat juga negara bagian yang hasil votingnya berubah dari tahun ke tahun inilah yang dinamakan swing states. Swing states sangat krusial dalam mempengaruhi pemilihan presiden, skill dari calon presiden diuji untuk merebut suara di negara bagian tersebut.Dari sini dapat disimpulkan bahwa pemilihan presiden di Amerika Serikat, tidak hanya melihat banyaknya suara pendukung yang terakumulasi namun juga kemenangan dari tiap calon di berbagai states.

TRUMP VS BIDEN

Setelah menillik sejarah dan sistem pemilihan Amerika Serikat tak afdol bila tidak membahas pemilu yang terjadi sekarang.Dimana pada pemilu kali ini akan mempertemukan Joseph Robinette Biden Jr dan Donald John Trump. Pada bagian ini akan dielaborasi latar belakang Paslon 1 dan 2.Mari kita mulai dengan Donald Trump beliau merupakan salah satu pengusaha sukses di bidang real estates dan pembangunan.Merupakan figur yang terkenal dan seringkali pernyataannya menuai kontroversi.Donald Trump sendiri kurang memiliki latar belakang politik namun beberapa kali mengkritisi pemerintahan melalui majalah Amerika. Beliau menasbihkan diri untuk ikut mencalonkan presiden pada tahun 2015, dengan motto “Make America Great Again” dimana misinya untuk melindungi industri dan pekerjaan Amerika Serikat dan lebih merestriksi imigran. Banyak orang yang menganggap Donald Trump akan kalah saat pemilu 2016 karena hasil voting elektabilitas calon Hillary Clinton lebih unggul, namun saat dilakukan electoral college Donald Trump berhasil memenangkan beberapa swing state seperti Pennsylvania dan Wisconsin. Karena Pemilu di Amerika bergantung pada hasil Electoral College (bukan elektabilitas voting masyarakat terbuka) akhirnya tak disangka Donald Trump menang. Kemenangan ini menuai banyak kecaman dari berbagai pihak dimana 2.5 juta orang di seluruh dunia turun ke jalan. Setelah Donald Trump menang pun anak perempuannya Ivanka ikut andil di gedung putih.

Bila berbicara soal Donald Trump tidak etis bila tidak membahas kinerjanya sebagai presiden ke 45 Amerika Serikat. Beberapa kinerja nya yaitu di bidang lapangan kerja telah membuka 7 juta pekerjaan dan 2.4 juta orang amerika terbebas dari kemiskinan.Industri migas Amerika Serikat kini diklaim sebagai  produsen migas no 1 di dunia, dimana minyak mentahnya melampaui produksi Saudi Arabia dan dari gas alam sendiri Amerika Serikat menjadi produsen terbesar sejak 2011.Trump juga menegaskan akan lebih melonggarkan lagi aturan dari presiden sebelumnya mengenai pembakaran metana di situs fracking. Lalu Trump juga sempat bersitegang dengan Pemerintahan China masalah perang dagangnya(dan Tiktok) dan mengalami defisit yang cukup besar dari Pemerintahan Cina. Terakhir saat pandemik COVID-19 Amerika mengalami resesi dan masalah ras. Cukup tentang Donald Trump kita beralih ke paslon berikutnya yaitu Biden.Biden merupakan salah satu tokoh yang sangat berpengalaman di politik Amerika Serikat, diikuti dengan kisah harunya dimana beliau harus kehilangan istrinya akibat kecelakaan. Seminggu sebelum kejadian tersebut Biden diangkat menjadi senator termuda saat umurnya 29 tahun, dimana waktu itu Trump masih sibuk dengan bisnis keluarganya.Beliau mengabdi pada negara hampir 30 tahun, menjadi senat lalu 3 kali mencoba untuk mencalonkan diri sebagai presiden yaitu tahun 1987, 2008, dan 2020.Saat 1987 beliau mundur akibat kasus plagiarisme pidato Robert F Kennedy. Merupakan wakil presiden pada tahun 2008 dan pada tahun 2020 mengusung quote “Build back better”. Biden dikenal dengan tokoh yang sangat moderat namun beberapa pengamat politik juga menilai Biden cukup progresif di bidang kebijakan dengan menaikkan child tax credit ke angka 6000 dollar, kuliah gratis selama 4 tahun dan banyak hal lainnya. Policies yang dibuat Biden saat menjadi senat mencapai 42 bills (RUU) dimana banyak aturan yang ia buat sangat berefek pada masyarakat sekitar.

Updates dari Election 2020

3 Februari 2020 : Iowa Democratic caucuses, terdapat error pada aplikasi reporting system sehingga jumlah suara tidak valid; Iowa Republic  caucuses Trump menang

Februari – Juni : Pemilihan primary masing-masing partai 

  • 3 Maret 2020 : (Super Tuesday) Trump menjadi calon kuat karena satu satunya calon dengan jumlah delegasi yang memenuhi standar.

  • 11 Maret 2020 : WHO menyatakan wabah COVID-19 sebagai pandemi

  • 13 Maret 2020 : Louisiana menjadi negara bagian yang primary nya ditunda akibat COVID-19

5 Juni 2020 : Biden menjadi calon Presiden partai Demokrat dikarenakan calon kuat lainnya Sanders mengundurkan diri.

4 Juli 2020 : Kanye West melakukan kampanye independen sebagai calon presiden.

30 Juli 2020 : Trump menginginkan proses pemilihan (Electoral College diundur).

 

11 Agustus 2020 : Biden mengumumkan calon wakil presidennya yaitu Kamala Harris.

REFERENSI

History.com Editors. 2010.Presidental Elections. Diakses pada 15 Agustus 2020 melalui https://www.history.com/topics/us-presidents/presidential-elections-1.

USA.gov.2020.https://www.usa.gov/election.

explainitychannel. 2016. U.S. presidential election 2016/17 explained (explainity® explainer video). Diakses pada 15 Agustus 2020 melalui https://www.youtube.com/watch?v=4gseOeyS0NQ.

Kontan.co.id.Donald Trump klaim sejumlah keberhasilan ekonomi saat pidato kenegaraan, ini faktanya. Diakses pada 15 Agustus 2020 melalui https://internasional.kontan.co.id/news/donald-trump-klaim-sejumlah-keberhasilan-ekonomi-saat-pidato-kenegaraan-ini-faktanya.

John Whitesides. 2019. Explainer: How the coronavirus changed U.S. political conventions, perhaps forever. Diakses pada 15 Agustus 2020 melalui https://www.reuters.com/article/us-usa-election-convention-explainer/explainer-how-the-coronavirus-changed-u-s-political-conventions-perhaps-forever-idUSKCN25A194.

PBSNewsHour. 2016. Who is Donald Trump ?. Diakses pada 15 Agustus 2020 melalui https://www.youtube.com/watch?v=VJrRvIh80gA&t=616s.

Vox. 2020. The case for Joe Biden. Diakses pada 15 Agustus 2020 melalui https://www.youtube.com/watch?v=4c5fuOPCeYw.

Wikipedia.org. 2020. Timeline of the 2020 United States presidential election. Diakses pada 15 Agustus 2020 melalui https://en.wikipedia.org/wiki/Timeline_of_the_2020_United_States_presidential_election.

Tinggalkan Balasan