Jurnalisme 101 yang merupakan bagian dari program kerja Equilibrium milik Divisi Kreasi dan Kompetisi dalam Departemen Eksplorasi dan Aktualisasi Karya kembali hadir pada Sabtu, 19 September 2020 kemarin. Jurnalisme 101 kali ini membahas materi tentang ‘menyunting artikel’ yang dimoderatori oleh Zulfah Amala (TK’18) dan dimulai dengan ‘5 menit Karya’ yang dibawakan oleh Byan Baihaqi (TK’19) tentang Vaksin Hirup yang Dikembangkan di Inggris.

Pemaparan materi kali ini dibawakan oleh kak Ivan Lanin (TK’92) seorang kontributor Wikipedia Bahasa Indonesia dan pendiri LinguaBahasa. Ada 3 bahasan utama dalam acara kali ini , yaitu peran editor, tata bahasa dan jenis kesalahan tata berbahasa. Bahasan pertama adalah tentang peran editor. Menulis adalah proses kreatif yang tidak perlu banyak berpikir sedangkan menyunting adalah proses memperbaiki kesalahan yang perlu berpikir. Editor merupakan jembatan antara penulis dan pembaca yang mengoreksi tulisan penulis dan tidak boleh mengubah gaya penulis.

Lalu dilanjutkan dengan bahasan tata bahasa dan jenis kesalahan tata berbahasa. Tatanan bahasa dari paling tinggi kerendah adalah wacana, paragraf, kalimat, kata dan ejaan. Tata Bahasa yang baik sangat diperlukan agar sebuah kalimat dapat dimengerti dan informasinya tersampaikan dengan baik. Untuk menyusun wacana mulailah dari 3 jenis paragraf, yaitu pembuka, isi dan penutup. Pastikan hanya terdapat satu kalimat pokok dalam setiap paragraf serta terdapat 5 aspek universal wacana. Kesalahan dalam berbahasa sering terjadi seperti pada kesalahan ejaan huruf, tanda baca, kata baku, bentuk kata, susunan kata, makna kata, kalimat dan dalam paragraph.

Leave a Comment