You are currently viewing JURNALISME 101: How to Write for Fun

JURNALISME 101: How to Write for Fun

Acara Jurnalisme 101: How to Write for Fun yang dilaksanakan pada Minggu, 13 September 2020 merupakan bagian dari program kerja Equilibrium milik Divisi Kreasi dan Kompetisi dalam Departemen Eksplorasi dan Aktualisasi Karya. Acara dimulai dengan “5 Menit Karya” yang membahas Pengambilan Resin dari Minyak Biji Nyamplung oleh Griffine Oliviery (TK’17) begitu menarik untuk membuka sesi acara via gmeet ini. Dalam bahasannya, produktivitas tanaman nyamplung ternyata lebih besar dibandingkan dengan kelapa sawit yang sudah terkenal pemanfaatannya yaitu sekitar 20 ton biji/ha/tahun. Dengan begitu, penelitian ini dapat menjadi potensi untuk mengembangkan keberagaman sumber energi hayati di Indonesia.

Pemaparan workshop yang berfokus dalam penulisan artikel berbasis sains kali ini dipaparkan oleh Abdul Halim, Founder Warung Sains Teknologi. Diawali dengan penjelasan berbagai pengantar pempublikasian sains. Dalam mempublikasikan sains terdapat 2 macam yaitu komunikasi sains dan jurnalisme sains. Untuk komunikasi sains sendiri itu berupa jurnal, proceeding, dan preprint. Sedangkan untuk jurnalisme sains itu penyebaran informasi sains melalui media seperti koran, televisi, radio, dan majalah. Berbagai penyebaran sains tersebut ditujukan untuk mengubah pola pikir dari masyarakat mengenai sains dan pastinya membuka wawasan masyarakat mengenai perkembangan sains di dunia.

Berbagai hal perlu dilakukan sebelum menulis artikel sains, seperti menentukan tema yang diangkat, target bentuk tulisan, membuat kerangka, membuat tulisan mentah, menghubungi pembicara, mencari literatur yang diperlukan, dan yang terakhir menyempurnakan tulisan. Dan yang perlu diingat, dalam penulisan artikel harus memperhatikan tata bahasa dan mengandung aspek 5W+1H. Kendala untuk menulis terkadang mengalami kebuntuan bahkan bingung ketika ingin memulai menulis, alangkah lebih baiknya untuk membuat kerangka terlebih dahulu dan jangan takut untuk menuangkan ide karena kesempurnaan tulisan itu tidak bisa di dapat dengan satu tahap saja. Ada satu hal yang menjadi poin penting dalam menulis, yaitu rasa happy ketika menulis. Bagaimana? Singkatnya dengan mengetahui passion baik topik maupun tata bahasa dan sasaran pembaca dari tulisan yang kita tulis.

Tinggalkan Balasan