Apa Itu Ozon?

Ozon, atau troksigen (O3) adalah molekul non-organik yang secara natural terbentuk di stratosfer. Pembentukan ini terjadi dalam dua tahap: Pertama, ikatan molekul O2 diputus oleh sinar ultraviolet (UV) menghasilkan 2 atom O. Kedua, tiap atom O tersebut berikatan dengan molekul O2 lain, menghasilkan O3 (Reaksi: 3 O2 → 2 O3).

Stratosfer yang berada sekitar 10—50 km dari permukaan bumi memiliki konsentrasi ozon terbanyak hingga membuat yang dinamakan “Lapisan Ozon”. Walau begitu, konsentrasi ozon hanyalah 2—8 ppm. Hal yang membuat lapisan ini sangatlah penting bagi kehidupan adalah sifat fisis ozon yang mampu menyerap radiasi matahari yang berbahaya.

Matahari memancarkan sinar/radiasi dalam frekuensi yang bermacam-macam. Dari Infra-merah hingga ultraviolet. Dalam range frekuensi tersebut, terdapat sinar berfrekuensi tinggi yang memiliki cukup energi untuk menembus kulit dan merusak jaringan tubuh. Disini lah peran Ozon, sifat fisis ozon yang mampu menyerap cahaya dengan panjang gelombang 200—315 nm dapat menyerap radiasi UV-C dan UV-B yang mampu merusak sel dan menyebabkan kangker.

Tentang Hari Ozon, 33 tahun yang lalu.

Lemari Es telah diproduksi secara massal sejak 1920an. Pada saat itu, refrigerant yang digunakan adalah berbasis Ammonia, Chloromethane, Propane, dan bahkan Sulfur Dioxida, substansi-substansi yang walau menjadi refrigeran yang baik, tapi memiliki sifat beracun, mudah terbakar, dan mudah meledak. Beberapa korban jatuh ketika lemari es mereka bocor atau bermalfungsi. Untuk, itu para produsen mencari refrigerant yang baik dan tidak berbahaya.

Pada 1930, Thomas Midgley Jr., seorang insinyur mekanika dan kimia, bersama timnya menemukan refrigeran berbasis alkil halida—substansi yang volatil dan inert—yaitu chlorofluorocarbon (CFC) yang dinamakan freon-12. Menerima penghargaan Perkin Medal pada 1937, CFC menjadi basis refrigeran dan juga muncul di produk semprot aerosol.

Beberapa tahun kemudian, pada 1973, Frank Sherwood Rowland & Mario J. Molina memprediksi bahwa sisa CFC akan menumpuk di atmosfer dan menghancurkan lapisan ozon. Hal ini diperkuat dengan verifikasi teori oleh US National Academy of Science pada 1976 dan penemuan lubang ozon di atas antartika pada 1985 oleh British Antartica Survey. Penemuan itu mengambil perhatian seluruh penduduk dunia, hingga pada 22 Maret 1985 beberapa pemimpin dunia berkumpul di Vienna Convention untuk melindungi lapisan ozon. Mereka membuat pondasi protokol perlindungan lapisan ozon dinamai Montreal Protocol. Beberapa bulan kemudian, pada 16 september 1987, Montreal Protocol ditandatangani oleh seluruh 192 negara di dunia, menandai hari ozon sedunia dan sebuah pergerakan lingkungan tersukses.

Mengapa Ozon Menipis?

Lapisan ozon menipis atau “berlubang” karena adanya ozone-depleting substances (ODS) seperti haloalkana, klorofluorokarbon (CFC), dan hidroklorofluorokarbon (HCFC). Ketika mencapai atmosfer, substansi-substansi tersebut melepas halogen dan mengkatalisasi reaksi pemecahan ozon menjadi dioksigen (O2).

ODS seperti CFC diproduksi dan masih digunakan secara massal hingga 1990an. Walau kemudian penggunaan CFC dilarang pada 1996, kerusakan telah terjadi. CFC yang digunakan sebagai refrigeran dan spray pada produk-produk rumah tangga menyebabkan adanya lubang lapisan ozon di Antartika, Arktik, dan Tibet.

Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Dalam protokolnya, Montreal Protocol memiliki sebuah time-table yang menyatakan mulai kapan kita harus berhenti menggunakan sebuah ODS tertentu. Dimana, untuk negara berkembang seperti Indonesia, ditargetkan bahwa mulai 2010, kita harus berhenti menggunakan ODS seperti CFC, Halons, dan CCl4.

Sekarang, penggunaan CFC sebagai refrigeran digantikan dengan HCFC, sebuah substansi yang mirip dengan CFC tetapi tidak se-berbahaya itu terhadap ozon. Namun, HCFC tetaplah memiliki efek berbahaya baik untuk ozon, sehingga, penggunaan HCFC ditargetkan untuk berhenti pada 2030.

Di masa depan, HCFC ini mungkin digantikan dengan hidrofluorocarbon (HFC). HFC tidaklah berbahaya bagi ozone karena tidak adanya chlor dalam substansi. Namun, penggunaan HFC ditargetkan turun sebanyak 85% pada 2045 karena sifatnya sebagai gas rumah kaca.

Sebagai seorang yang peduli terhadap lingkungan, adalah tugas kita untuk menyadari adanya efek samping dari penggunaan teknologi. Kita bisa mendukung berjalannya montreal protocol dengan membangunkan kesadaran masyarakat dan mendukung kerja pemerintah yang berkaitan dengan perlindungan lingkungan hidup. Kita dapat juga mengajak diri sendiri dan teman-teman terdekat untuk menggunakan teknologi pendingin seperlunya dan menggunakan AC yang tidak berbasis CFC lagi untuk memelihara bumi ini.

 

References:

https://www.ucsusa.org/resources/ozone-hole-and-global-warming#:~:text=Ozone%20depletion%20occurs%20when%20chlorofluorocarbons,atmosphere%20(see%20details%20below).&text=CFCs%20and%20halons%20cause%20chemical,ozone%27s%20ultraviolet%20radiation-absorbing%20capacity.

https://www.un.org/en/observances/ozone-day

https://www.timeanddate.com/holidays/un/international-ozone-layer-preservation-day

https://www.dw.com/en/record-size-ozone-hole-over-arctic-now-healed-and-closed/a-53304374

https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=&cad=rja&uact=8&ved=2ahUKEwio69XZ3uPrAhXSfX0KHYChCEMQFjACegQIDBAD&url=https%3A%2F%2Fwww.esrl.noaa.gov%2Fcsl%2Fassessments%2Fozone%2F2010%2Ftwentyquestions%2FQ2.pdf&usg=AOvVaw0yg52zKoHnm-BcpMSdagLe

Matsumi, Y., & Kawasaki, M. (2003). Photolysis of Atmospheric Ozone in the Ultraviolet Region. Chemical Reviews, 103(12), 4767–4782.

https://www.npr.org/sections/thetwo-way/2018/05/17/611984631/banned-ozone-depleting-chemical-is-still-being-produced-somewhere-scientists-say

https://web.archive.org/web/20080919230641/http://www.epa.gov/ozone/defns.html

 

PENULIS:

Nanda Yulanda (1308043)

Leave a Comment