You are currently viewing Hari Kemerdekaan Indonesia

Hari Kemerdekaan Indonesia

Apa itu merdeka? Lantas apa arti kemerdekaan?

Buat teman-teman aktivis kampus, acap kali mendengar kata ini. “Merdeka!”, sorak mereka yang usai melantunkan salam Ganesha. Namun, apa arti merdeka? Menurut KBBI, merdeka berarti (bebas dari perhambaan, penjajahan, dan sebagainya) atau berdiri sendiri. Tetapi tahu tidak? Ternyata, kata merdeka diambil dari bahasa Sanskerta महर्द्धिक (maharddhika), yang artinya kaya, sejahtera, dan kuat. Mungkin, ketika kita kaya, sejahtera, dan kuat, kitalah orang-orang yang merdeka dan meraih namanya kemerdekaan itu.

 

Merdeka: kenyataan ataukah ilusi semata

Secara de jure, bangsa ini sudah merdeka semenjak ketikan Sayuti Melik dibacakan oleh Ir. Soekarno pada Jumat, 17 Agustus 1945 pukul 10.00 pagi di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta. Perjuangan para pahlawan bangsa tidaklah mudah, butuh bayaran berupa darah mereka untuk menjadikan Merah Putih berkibar di tiang-tiang yang ada di negeri ini. Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia. Sampailah kita semua pada pintu gerbang Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Secara de facto, apakah kita sudah merupakan bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur? Ataukah hanya ilusi semata?

 

Sudahkah kita merdeka?

Jikalau arti merdeka sesuai dengan arti Sanskertanya, sudahkah bangsa Indonesia ini kaya, sejahtera, dan kuat. Atau sebagian dari bangsa ini saja yang telah maharddhika? Ketimpangan secara ekonomi di Indonesia masih terlihat secara jelas. Pada Maret 2020, ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia yang diukur oleh gini ratio adalah sebesar 0,381. Angka tersebut mengindikasikan kondisi ekonomi masyarakat Indonesia yang masih belum merata, dari angka yang masih jauh dari 0 (pemerataan sempurna).

Gambar 1. Potret ketimpangan di perkotaan, gedung pencakar langit dan emperan rel kereta (sumber: Republika)

Kemudian, menurut Bung Karno, Sang proklamator KEMERDEKAAN Indonesia, merdeka secara nasional adalah suatu kebebasan untuk menjalankan urusan politik, ekonomi, dan sosial kita sejalan dengan konsepsi nasional kita sendiri. Benar-benar dari kita sendiri tanpa campur tangan kepentingan bangsa lain. Aspek politik, ekonomi, dan sosial, kini masih berada pada bayang-bayang bangsa lain, apalagi dari segi teknologi. Resah diri ini menjadi mahasiswa Institut Teknologi namun teknologi Indonesia masih belum benar-benar merdeka!

 

Apa yang dapat dilakukan kita sebagai mahasiswa?

Gambar 2. Potret aksi demonstrasi mahasiswa (sumber: tirto.id)

Mahasiswa berasal dari kata maha dan siswa. Maha merupakan bahasa Sanskerta yang berarti besar, agung, mulia. Sedangkan siswa memiliki dua arti. Serapan kata dari nama dewa dalam agama Hindu, yaitu Siwa. Siwa merupakan dewa penghancur, yang menghancurkan segala sesuatu yang tidak berkebaikkan lagi. Arti kedua adalah serapan dari bahasa Jawa, yaitu wasis. Wasis adalah orang yang pandai sedangkan siswa berarti kebalikannya. Yap! Orang yang belum pandai dan merasa tidak pandai. Sehingga, mahasiswa adalah orang yang merasa tidak pandai dan terus berkeinginan kuat untuk belajar, sehingga dapat memperjuangkan apa yang baik dan benar.

 

Menurut UU Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, mahasiswa merupakan Sivitas Akademika yang diposisikan sebagai insan dewasa yang memiliki kesadaran sendiri dalam mengembangkan potensi diri di Perguruan Tinggi untuk menjadi intelektual, ilmuwan, praktisi, dan/atau profesional. Dengan posisi kita sebagai insan yang dewasa, apa yang harus dilakukan? Mahasiswa secara aktif mengembangkan potensinya dengan melakukan pembelajaran, pencarian kebenaran ilmiah, dan/atau penguasaan, pengembangan, dan pengamalan suatu cabang Ilmu Pengetahuan dan/atau Teknologi serta mengutamakan penalaran dan akhlak mulia dan bertanggung jawab sesuai dengan budaya akademik.

 

Wadah pembinaan diri dan pengembangan potensi

Mahasiswa Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung patut berbahagia dengan adanya wadah yang bernama HIMATEK-ITB. Pembukaan dokumen fundamentalnya pun mengingatkan kembali tentang siapa kita sebagai Mahasiswa Teknik Kimia. Bahwa sesungguhnya kita adalah bagian yang tak terpisahkan dari civitas akademika perguruan tinggi serta bangsa dan negara Indonesia sebagai pengemban kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di masa depan, maka pada dirinya terpikul peran dan tanggung jawab yang luhur untuk senantiasa menunjung tinggi nilai kebenaran demi mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia. Maka untuk mengemban peran dan tanggung jawab tersebut, pada dirinya dituntut sedini mungkin untuk senantiasa membina diri dan mengembangkan potensi dalam suatu wadah bagi munculnya kreativitas dan aktivitas berdasarkan prinsip kekeluargaan dan kebersamaan.

….

Jadi, yang mahasiswa dapat lakukan untuk mewujudkan kemerdekaan Indonesia yang hakiki, terutama kemerdekaan teknologi, adalah selalu membina diri dan mengembangkan potensi selayaknya arti mahasiswa itu sendiri. Selalu mencari dan memperjuangkan kebenaran ilmiah dan mengamalkan ilmu yang telah didapatkan untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa.

 

Merdeka! Selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75.

 

 

Penulis: Ghivarly Nadief Addarquthni

 

Referensi:

Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia Insitut Teknologi Bandung (Amandemen 2020).

Angger, Nayaka (2015). Maha & Siwa Tidak Sebercanda Itu. https://medium.com/@nayakaangger/maha-siswa-tidak-sebercanda-itu-4a19a39245d5. Diakses pada 14 Agustus 2020 pukul 18.32.

Badan Pusat Statistik (2020). Tingkat Ketimpangan Pengeluaran Penduduk Indonesia Maret 2020.

Candra, Sapto A. dan Raharjo, Budi (2017). Ini Penyebab Meningkatnya Ketimpangan di Indonesia. https://www.republika.co.id/berita/ekonomi/makro/17/02/24/oltyjv415-ini-penyebab-meningkatnya-ketimpangan-di-indonesia. Diakses pada 14 Agustus 2020 pukul 19.26

Timur, Subangun. (2012). Bagaimana Bung Karno Memaknai Kemerdekaan Nasional. https://www.berdikarionline.com/bagaimana-bung-karno-memaknai-kemerdekaan-nasional/. Diakses pada 14 Agustus 2020 pukul 16.07.

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 (Amandemen 2002).

Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.

Tinggalkan Balasan