Hari Gizi Nasional

Gizi seimbang adalah susunan makanan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Mengkonsumsi gizi seimbang sangat penting untuk perkembangan fisik dan kecerdasan yang optimal pada manusia dalam semua rentang usia. Selain itu, asupan gizi yang seimbang juga meningkatkan imunitas tubuh dan mengurangi peluang terkena penyakit tidak menular, seperti diabetes, jantung koroner, darah tinggi, dsb. Ironisnya, walaupun banyaknya manfaat yang bisa didapat dengan mengkonsumsi gizi yang seimbang, banyak orang tidak menyadari hal tersebut sehingga tak jarang dijumpai orang-orang yang mengalami masalah gizi baik kekurangan gizi maupun kelebihan gizi.

Di Indonesia sendiri, masalah gizi masih terbilang cukup banyak ditemui. Misalnya saja kasus yang paling disoroti oleh pemerintah, yaitu masalah gizi yang terjadi pada bayi di bawah 5 tahun (balita). Menurut hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan 2018, sebesar 17,7% balita masih mengalami masalah gizi. Dari angka tersebut, balita yang mengalami gizi buruk sebesar 3,9% dan yang kurang gizi sebesar 13,8%. Jika dibandingkan dengan angka riset balita yang mengalami masalah gizi pada tahun 2013- yaitu sebesar 18,6%- angka pada tahun 2018 mengalami penurunan. Melihat trend dari data tersebut yang menurun memberikan harapan kepada pemerintah dan masyarakat untuk dapat mengakhiri masalah kekurangan gizi pada balita ini di tahun 2030 sesuai dengan tujuan yang ditetapkan bersama WHO. Akan tetapi, pandemi Covid-19 yang terjadi setahun belakangan ini menghambat kita untuk mencapai tujuan tersebut.

Pandemi Covid-19 sangat mempengaruhi ekonomi dan menimbulkan lebih banyak lagi kemiskinan di Indonesia. Padahal, kemiskinan adalah penyebab utama dari masalah kekurangan gizi di Indonesia. Karena kemiskinan, masyarakat menjadi sulit untuk mendapatkan dan mencukupi kebutuhan gizi hariannya. Di sisi lain, asupan gizi yang seimbang sangatlah dibutuhkan untuk menjaga agar imunitas tubuh tetap kuat dalam menghadapi pandemi ini. Melihat fenomena tersebut, pemerintah pun mengambil tindakan dengan menaikan anggaran pada program social protection yang terbukti dapat meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Pemberian Makanan Tambahan (PMT), dsb.. Kendati demikian, pemerintah seharusnya meningkatkan penggunaan teknologi di masa social distancing ini dalam meyosialisasikan pentingnya pemenuhan gizi mengingat masyarakat di Indonesia masih kurang paham dan kurang sadar terhadap masalah tersebut. Selain itu, pemerintah daerah pun sepatutnya menyiapkan stategi yang tepat sasaran di daerahnya masing-masing dalam menangani permasalahan ini karena setiap daerah memiliki karakteristiknya masing-masing.

Terakhir, penulis berharap kita semua dapat meningkatkan kesadaran kita akan pentingnya asupan gizi yang seimbang. Ingatlah 4 pilar gizi seimbang dengan mengkonsumsi makanan yang bervariasi jenisnya, membiasakan perilaku hidup bersih, membiasakan aktivitas fisik, dan memantau berat badan yang ideal. Selain itu, penulis juga menyarankan kita semua sebagai kesatuan dalam masyarakat untuk saling bahu membahu membantu sesama dalam mengatasi masalah ini, misalnya dengan memberikan sebagian bahan makanan yang kita miliki kepada orang yang kurang mampu untuk memenuhi kebutuhan makanan hariannya.

selamat hari gizi nasional!

penulis

Farhansyah Yusuf Putra Hudaya

Tinggalkan Balasan