Viosimos Team adalah Juara 2 Chemical Product Design Competition (CPDC) pada lomba Process Engineering Days Universitas Indonesia 2021 (PGD UI 2021) yang beranggotakan:

  1. Jeremy – 13017030
  2. Dealdi Alfaridzi – 13017052
  3. Pricilia Florentina – 13017084
  4. Salsabila Masitah Hakim – 13017096

Lomba CPDC adalah lomba rancang produk kimia. Jenis produk yang didesain berdasarkan 4 jenis subtema yang diperbolehkan: personal care, household, health and nutrition, dan packaging. CPDC terbagi menjadi 3 tahap, yaitu tahap abstrak, tahap Full Paper, dan tahap Final (Presentasi). “Lomba ini mirip banget dengan tugas besar rancang produk,” kata Dealdi dalam mengaitkannya dengan salah satu mata kuliah yang berada di Teknik Kimia ITB. “Di tiap dokumen per tahap itu harus ada bagian problem, ideation, solution, product description, dan economic and technical feasibility. Cocok banget buat diikuti sama mahasiswa tingkat 4 setelah maupun sambil mengambil kelas produk karena nyambung banget,” sambungnya. 


Tema CPDC tahun ini adalah Mitigating Global Crisis in a Sustainable Way. Viosimos merancang produk berdasarkan tema tersebut yang akhirnya dinamakan Cassapads, a biodegradable sanitary pads. Krisis global yang diangkat sebagai latar belakang oleh tim iini adalah pandemi COVID-19 dan krisis polusi plastik. Di masa pandemi, penggunaan APD (masker, face shield, alat-alat kesehatan lain, dll.) yang bersifat sekali pakai semakin banyak sehingga memperburuk krisis sampah plastik yang sedang terjadi. Di Indonesia, sebagian besar wanita masih menggunakan pembalut sekali pakai yang kemudian dibuang ke tempat sampah dan berakhir di tempat pembuangan sampah. Cassapads menawarkan alternatif yang lebih baik karena bersifat biodegradable, bisa dikompos sendiri di rumah, atau bahkan kalau berakhir di TPS pun masih bisa biodegradable.

Ketika ditanya bagaimana kesan lomba yang diikutinya, Dealdi menjawab bahwa lomba tersebut sangat seru, apalagi timnya pun cukup seru. “Dari CPDC ini dapet motivasi lebih untuk mendalami mata kuliah produk dan manajemen proyek (ekonomi) lebih awal dalam menulis abstrak dan full paper-nya. Mungkin kurang vibes pas final aja karena lagi pandemi. Padahal asik banget kalau offline, lalu presentasi langsung di kampus UI, gala dinner, dl,” tambahnya. 


Dealdi juga mengungkapkan bahwa lomba tersebut bukan merupakan beban yang berat. “Lombanya mulai Oktober s.d. November bikin abstrak. Full paper di tengah Desember s.d. tengah Januari yang saat itu pas banget dengan liburan. Paling agak keos pas final, karena barengan deadline Laporan 3 Rancang Pabrik,” ucap Dealdi, menjabarkan lebih lanjut. 


Secara keseluruhan, Dealdi sangat merekomendasikan untuk teman-teman untuk mencoba ikut lomba tersebut, terutama yang berada pada tingkat 4. Hal ini karena lomba tersebut sangat nyambung dengan mata kuliah perancangan produk, manajemen proyek, dan rancang pabrik. Sehingga, seharusnya mahasiswa tingkat 4 Teknik Kimia ITB memiliki kelebihan.