Juara 1 CONCEPT – PCE Unpar 2020

Tim Juara 1 CONCEPT pada lomba Parahyangan Chemical Engineering’s Event (PCE) 2020 yang beranggotakan:

  1. Timotius Weslie – 13018095
  2. Adhi Satriyatama- 13018095
  3. Vincent Felixius – 13018100

CONCEPT 2020 merupakan lomba karya ilmiah antar mahasiswa/i Teknik Kimia se-Indonesia. Tema PCE tahun 2020 adalah “Sistem Pengolahan Limbah Pabrik Manufaktur Sektor Industri Dasar dan Kimia di Indonesia”. Sebelum rangkaian acara pada tanggal 13-14 November dimulai, pendaftaran CONCEPT 2020 ini dilakukan dengan pengumpulan abstrak di mana sebanyak 15 tim lolos pada tahap seleksi abstrak. Tim yang telah lolos seleksi abstrak mengumpulkan makalah terbaiknya dan dari seleksi makalah tersebut diumumkan tim yang lolos tahap makalah. Pada tahap tersebut, 8 tim dipilih dan mereka diharuskan untuk mengumpulkan poster terbaiknya beserta PPT presentasi makalah yang akan dipresentasikan pada hari-H acara CONCEPT 2020.


Pada lomba tersebut, Vincent dkk. mengajukan makalah berjudul “Sistem Pengolahan Limbah B3 Non-Metallic Product pada Industri Aluminium menjadi Zeolit Bernilai Tinggi melalui Proses Hidrotermal”. Judul tersebut dilatarbelakangi oleh limbah industri proses aluminium yang menghasilkan produk samping berupa limbah Non-Metallic Product (NMP). NMP tergolong limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) karena ukuran partikelnya yang sangat halus, mengandung logam berat berbahaya, mudah terbakar, dan dapat melepaskan gas beracun. Hingga saat ini, limbah NMP hanya dibuang ke landfill yang dapat membahayakan lingkungan. Padahal, limbah NMP masih memiliki kandungan mineral yang berharga, seperti SiO2 dan Al2O3. Kedua jenis mineral tersebut berpotensi untuk diolah lebih lanjut menjadi material baru, salah satunya menjadi zeolit. Zeolit merupakan jenis material aluminosilikat kristalin yang luas pengaplikasiannya, seperti sebagai adsorben, katalis, penukar ion, proses pemisahan, dan penyaringan partikel. Karya kami menawarkan sistem terintegrasi pengolahan limbah


NMP dari industri aluminium menjadi zeolit yang bernilai guna tinggi dengan metode hidrotermal. Proses ini memiliki kelebihan, yaitu murah dan mudah karena tidak melibatkan kondisi proses yang tinggi. Selain itu, metode ini juga eco-friendly karena tidak menghasilkan limbah lain.


Lomba yang diselenggarakan cukup kompetitif. Para finalis diminta untuk merancang dan mensimulasikan proses produksi dengan perangkat lunak. “Kami yang saat itu masih semester 5 belum cukup paham mengenai hal tersebut. Tetapi, dengan kerjasama tim yang baik dan dukungan dosen pendamping (Winny Wulandari, Ph.D), akhirnya kami berhasil menyajikan karya dengan baik dan mendapat pujian dari dewan juri,” kata Adhi.