You are currently viewing Degradable Packaging

Degradable Packaging

Degradable packaging adalah kemasan produk yang dapat terdegradasi (terurai) secara kimiawi atau biologis yang dapat terurai secara alamiah. Biodegradable berarti dapat terurai oleh mikroorganisme semetara compostable berarti dapat terurai menjadi unsur alami tanpa menimbulkan zat beracun pada tanah.

Sumber : https://ec.europa.eu/
Sumber: Geyer. et. al. (2017)

Packaging konvensional yang mayoritas berasal dari bahan bakar fosil seperti plastik  telah lama menimbulkan masalah. Faktanya, limbah utama plastik berasal dari sektor packaging dengan jumlah 141 juta ton per tahun. Mirisnya, Indonesia diproyeksikan menjadi penyumbang kedua terbesar kedua pada mismanagement dari plastik.  Hal ini jika tidak dikontrol akan menyebabkan masalah serius baik terhadap lingkungan maupun kehidupan manusia.

Sumber : https://www.thesourcemagazine.org/

Meskipun data menunjukkan jika penggunaan plastik menghasilkan total emisi yang lebih rendah dibanding kemasan kertas dan logam, plastik menimbulkan sebuah permasalahan baru yaitu microplastic. Microplastic adalah plastik dengan ukuran di bawah 5 mm yang memiliki potensi untuk masuk ke dalam tubuh manusia dan makhluk hidup.  Plastik ini dapat terakumulasi di dalam tubuh makhluk hidup dan menyebabkan gejala gangguan pada pencernaan.

Sejak awal peradaban manusia, berbagai macam material digunakan untuk mengemas berbagai produk terutama makanan dan minuman. Sebagian besar kemasan pada zaman dahulu bersifat biodegradable seperti dedaunan, kulit buah labu, kulit hewan, dan kayu. Seiring dengan perkembangan zaman, muncul material kemasan baru seperti kain, tanah liat, dan kaca.

Penemuan dan perkembangan teknologi plastik di abad ke-20 membuat plastik menjadi material kemasan yang sangat populer hingga saat ini. Plastik memiliki banyak keunggulan dibandingkan material kemasan lainnya. Plastik bersifat ringan, tahan air, kuat dan tahan lama serta murah. Meskipun demikian, plastik sulit terurai sehingga menyebabkan masalah lingkungan. Oleh karena itu, kemasan yang lebih ramah lingkungan mulai dikembangkan di akhir abad ke-20.

Konsep plastik dan polimer yang bersifat biodegradable diperkenalkan pada tahun 1980-an. Saat ini, semakin banyak orang-orang dan perusahaan yang sadar akan pentingnya kemasan yang dapat terurai. Beberapa contoh degradable packaging diantaranya sebagai berikut:

– Biopolimer

  • Polimer dari ekstrak biomassa

Polimer jenis ini didapatkan dari tumbuhan maupun hewan laut dan darat.

Contohnya: selulosa, hemiselulosa, kitin dan kitosan, pati, kasein, kolagen, bahkan protein otot hewan.

  • Polimer dari bio-monomer

Polimer dari bio-monomer yang paling terkenal adalah PLA (poly-lactic acid). PLA adalah poliester termoplas linear dengan sifat yang mirip dengan polistirena. Salah satu sumber PLA adalah dari rumput laut.

  • Polimer dari GMO (Genetically Modified Organism)

Polimer jenis ini umumnya berasal dari bakteri. Contoh kelompok polimer ini adalah PHA (poly-hydroxyalkanoate) dan selulosa bakterial.

Film kitosan yang terbuat dari kulit udang. Sumber: University of Nottingham
Kemasan berbahan PLA (poly-lactic acid) yang bersifat biodegradable. Sumber: Anhui Taicheng Paper & Plastic Technology. Co. Ltd.

Dampak dari penggunaan sebagai berikut :

  1. Bebas dari Racun. Mayoritas dari degradable packaging berasal dari bahan baku biologi sehingga tidak terbebas dari bahan kimia beracun.
  2. Membutuhkan lebih sedikit bahan baku. Degradable packaging memiliki potensi untuk mengurangi penggunaan air, limbah padat, listrik, serta emisi.
  3. Biaya produksi lebih rendah. Sumber bahan baku yang lebih sedikit pada produksi degradable packaging memungkinkan pengurangan biaya produksi.
  4. Mengurangi jejak karbon. Seiring dengan berkurangnya limbah yang dihasilkan oleh degradable packaging, hal ini dapat mengurangi jejak karbon pada lingkungan.

PENULIS

Timotius Weslie (13018044)

Muhammad Syaiful Islam (13018080)

SUMBER

Craftech Industries. (2015). An Introduction to Biodegradable Plastics – Intro to biodegradable plastics. [online] Available at: https://www.craftechind.com/introduction-biodegradable-plastics/ [Accessed 24 Aug. 2020].

Geyer, R., Jambeck, J. R., & Law, K. L. (2017). Production, use, and fate of all plastics ever made. Science Advances, 3(7), e1700782.

 

Jambeck, J. R., Geyer, R., Wilcox, C., Siegler, T. R., Perryman, M., Andrady, A., … & Law, K. L. (2015). Plastic waste inputs from land into the ocean. Science, 347(6223), 768-771.

 

Kieran D. Cox, Garth A. Covernton, Hailey L. Davies, John F. Dower, Francis Juanes, and Sarah E. Dudas. Environmental Science & Technology 2019 53 (12), 7068-7074

DOI: 10.1021/acs.est.9b01517

 

U.S. Packaging & Wrapping LLC. (n.d.). The History of Packaging Products. [online] Available at: https://uspackagingandwrapping.com/blog/the-history-of-packaging.html [Accessed 24 Aug. 2020].

 

Siracusa, V., Rocculi, P., Romani, S., & Rosa, M. D. (2008). Biodegradable polymers for food packaging: a review. Trends in Food Science & Technology, 19(12), 634–643. doi:10.1016/j.tifs.2008.07.003

Tinggalkan Balasan