You are currently viewing CANEMASK : Eco-Friendly and Biodegradable Mask

CANEMASK : Eco-Friendly and Biodegradable Mask

Johan Kurniawan (13017080), Odara Eka Aptari (13017102), Gilbert (13017056), Theodore Davin Halim (13017064)

CANEMASK adalah sebuah masker ramah lingkungan yang terbuat dari bahan tebu alami yang dapat terurai dengan mudah dan lebih cepat di lingkungan hanya dalam waktu 12 minggu. Bahan-bahan dari CANEMASK sendiri berasal dari bahan alami yang berasal dari ampas tebu. Walaupun terdapat banyak bahan alami biodegradable lainnya yang dapat dipakai, ampas tebu terpilih menjadi bahan utama dikarenakan ampas tebu adalah bahan yang paling cocok untuk dapat diubah menjadi lapisan serat, kain, atau tekstil sehingga dapat dibentuk dan dijadikan sebagai masker.

Pada proses pembuatan CANEMASK sendiri, SUgarcanr Bagasse atauyang biasa disebut sebagai ampas tebu ini mulanya akan masuk ke dalam evaporator untuk dikeringkan, lalu setelahnya akan dimasukkan ke dalam mesin MIller atau penggiling untuk menghancurkan ampas tebu tersebut hingga menjadi bubuk. Dari bubuk tersebutlah terbagi ke dalam 2 proses, yaitu proses pembuatan lapisan tengah/filter dan pembuatan lapisan dalam dan luar. Pada pembuatan lapisan tengah/filter, buuk tersebut akan dihidrolisis dan ultrasonikasi untuk menghasilkan sebuah lapisan yang berbentuk seperti membran yang setelahnya lapisantersebut akan di sentrifugasi san juga masuk ke dalam proses solution casting yang bertujuan untuk membuat lapisan tersebut menjadi tipis tetapi tetap menjaga sifat dan fungsi dari lapisan tengah tersebut yaitu menyaring/filter udara. Pada proses pembuatan lapisan dalam dan luar, bubuk ampas tebu tersebut tadi akan terhidrolisis terlebih dahulu lalu di bleaching untuk menghilangkan warna yang ada dari ampas tebu tersebut, lalu setelah itu bubuk akan dikeringkan dan diekstrusi untuk menjadi lapisan dalam atau lapisan yang terdekat dengan kulit. Untuk pembuatan lapisan terluar, dari lpisan dalam tadi akan dilakukan proses dip coating pada lapisan tersebut untuk melapisi terluar dari msker kami tahan air. Lalu setelah itu, ketiga lapisan tadi akan digabungkan menjadi satu sehingga jadilah masker.

Tim di balik CANEMASK, tim Siren, iniberpikir bahwa limbah produk kesehatan dan alat medis pada masa pandemi COVID-19 speerti masker sekali pakai adalah masalah serius yang jarang diperhatikan khususnya pada saat masker suah terpakai dan dibuang ke lingkungan. Maka dari itu, tim Siren ini memutuskan untuk membuat Produk Masker yang ramah lingkungan yang mudah dicerna dan terurau dengna alam. Selain keunggulannya yang ramah lingkungan, yang membedakan CANEMASK dengan masker-masker lainnya yang ada di pasaran adalah produk ini didesain untuk dapat memudahkan pemakainnya dalam bernafas. Menurut riset yang telah dilakukan, CANEMASK sendiri memiliki presentasi 65% lebih memudahkan pemakainya dalam bernafas dibanding masker–masker medis sekali pakai di luar sana. Dengan sirkulasinya dan permeabilitasnya, CANEMASK ini bahkan dapat mencegah embun pada kacamata orang-orang berkacamata yang memakai masker. CANEMASK sendiri didesain dengan modek duckbill mask sehingga terdapat rongga lebih agar dapat lebih memudahkan pemakainya untuk bernafas. Selain itu, CANEMASK juga sudah terbuktikan tidak akan menyebabkan iritasi atau alergi pada kulit pemakainya walaupun terbuat dari bahan alami. Walaupun dengan sekian keunggulannya ini, keunggulan CANEMASK ini tidak mengurangi keefektifitasan masker sesuai dengan sifat dasar dari masker medis 3 lapis sekali pakai di luar sana.

Survei yang dilakukan oleh tim mengindikasikan diperlukannya masker yang ramah lingkungan. CANEMASK ditujukan untuk semua orang khususnya yang aktif dalam beraktifitas di luar dan peduli pada lingkungan, CANEMASK dapat menjadi msker alternatif yang ramah lingkungan dengan performa yang sama atau bahkan lebih dari masker medis sekali pakai biasa. Produk ini meraih peringkat pertama dalam lomba CPDC PGD UI 2021.

Tinggalkan Balasan