Buruknya Sistem Pengelolaan Limbah di Indonesia

Limbah merupakan buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga). Limbah padat lebih dikenal sebagai sampah, yang seringkali tidak dikehendaki kehadirannya karena tidak memiliki nilai ekonomis. Dengan konsentrasi dan kuantitas tertentu, kehadiran limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan terutama bagi kesehatan manusia, sehingga perlu dilakukan penanganan terhadap limbah. Pada kenyataannya, penanganan limbah sering kali tidak serta merta mulus dilaksanakan bahkan jika dilihat dari apa yang terjadi dilapangan penanganan limbah sering kali menemui titik permasalahan.

 

Masalah penanganan limbah telah menjadi borok tersendiri selama bertahun-tahun. Selama pandemi Covid-19 pula masalah limbah menjadi lebih kompleks. Hal ini dapat dibuktikan dari menumpuknya limbah medis dari rumah tangga maupun fasilitas kesehatan yang bisa ditemukan hampir di berbagai wilayah, terutama di Pulau Jawa. Dikutip dari Lina Tri Mugi Astuti selaku Sekretaris Jenderal Perkumpulan Ahli Lingkungan Indonesia (Sekjen IESA) dalam Mongabay mengatakan, 

” Berdasarkan catatan Kementerian Kesehatan ada 296 ton limbah medis per hari dari 2.852 rumah sakit, 9.909 puskesmas, dan 8.841 klinik di masa sebelum pandemi. Sayangnya, kurang dari 100 fasilitas kesehatan memiliki izin mengolah limbah sendiri. Itu pun banyak yang tak layak operasi. Sisanya, mengandalkan perusahaan pengolahan limbah swasta. “

 

Belum cukup sampai disana, permasalahan ini dinilai semakin parah karena berdasarkan pernyataan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), volume limbah bahan berbahaya dan beracun dari pandemi Covid-19 meningkat 30 persen. Namun, peningkatan itu tidak disertai dengan kapasitas pengolahan limbah B3 khususnya di wilayah luar Jawa.

 

 

Pada praktiknya pula, Direktur Penilaian Kinerja Pengelolaan Limbah B3 KLHK Sinta Saptarina mengungkapkan, ada beberapa masalah dalam pengelolaan limbah medis dampak Covid-19, yakni masih banyak RS yang memiliki insinerator (alat pembakar sampah) namun tidak memiliki izin. Disisi lain, Indonesia seharusnya dapat memodernisasi peralatan dan berpindah dari insinerator ke autoclave. Dikutip dari Yuyun Ismawati (Senior Advisor Nexus3 Foundation) dalam webinar bertema “Krisis Lingkungan, Kausalitas Wabah dan Problem Lingkungan Baru Pasca New Normal” manyatakan bahwa pengelolaan limbah dengan menggunakan Insinerator sudah sejak lama ditinggalkan di negara lain seperti Amerika Serikat. Mereka menggantinya dengan autoclave karena mereka tahu jika insinerator itu lebih banyak kekurangan dan membawa dampak buruk seperti menghasilkan emisi toxic dan abu yang beracun.

 

Selain masalah dari segi penggunaan insinerator, penanganan limbah khususnya limbah medis di Indonesia yang masih harus diperhatikan adalah penggunaan kantong plastik berwarna tertentu untuk membungkus limbah B3 sesuai peraturan Menteri Kesehatan. Kantong plastik berwarna merah untuk bahan yang mengandung radioaktif, kantong warna kuning untuk bahan sangat infeksius serta patologi dan anatomi, kantong berwarna ungu untuk sitotoksis, dan kantong warna coklat untuk limbah kimia dan farmasi. Namun sekali lagi, fakta di lapangan membuktikan buruknya kualitas penanganan limbah khusunya limbah rumah sakit. Dikutip dari website en.aliansizerowaste.id fakta dilapangan menyebutkan bahwa plastik berwarna kuning lebih banyak ditemukan. Hal ini menggambarkan bahwa pemisahan sampah medis berdasarkan warna kantong plastik belum seutuhnya dilakukan oleh rumah sakit. Pengelolaan limbah medis di Indonesia sebelum dan semasa pandemi belum sepenuhnya memadai dan masih banyak kekurangan.

SUMBER

Dinas Lingkungan Hidup Dan Kehutanan DIY. Limbah Domestik.

http://dlhk.jogjaprov.go.id/limbah-domestik.

 

Renaldi, Adi (2020). Buruknya Penanganan Sampah Medis Bisa Perparah Pandemi. https://www.mongabay.co.id/2020/08/06/buruknya-penanganan-sampah-medis-bisa-perparah-pandemi/

 

Arumingtyas, Lusia (2020). Bagaimana Pengelolaan Limbah Penanganan Corona? Ini Aturannya. https://www.mongabay.co.id/2020/04/11/bagaimana-pengelolaan-limbah-penanganan-corona-ini-aturannya/ 

 

https://en.aliansizerowaste.id/post/hadapi-new-normal-sampah-medis-bertambah-ini-solusinya

Penulis

Annajmi N .E. R       (13019032)
Helena A.                 (13019201)

Leave a Comment