Design for Degradation adalah salah satu prinsip dari 10 Green Chemistry (Green Chemistry No. 10). Secara umum, degradable packaging adalah suatu metode packaging di mana produk dapat diuraikan secara kimiawi ataupun biologis. Terdapat 2 jenis degradable packaging yang dikembangkan, yaitu biodegradable packaging dan compostable packaging. Biodegradable packaging sendiri adalah suatu metode packaging yang dapat diuraikan oleh mikroorganisme.

Biodegradable products sering dikaitkan dengan istilah plastik, namun biodegradable products tidak hanya berupa plastik. Akan tetapi, plastik merupakan salah satu produk yang paling sering dikembangkan agar mudah terurai. Adapun contoh biodegradable products adalah sebagai berikut.

  • Kertas dan karton
  • Sisa makanan
  • Bubble wrap
  • Plastik biodegradable

Secara terminologi, sebuah bahan bisa dikatakan biodegradable jika memiliki properti sebagai berikut:

  • Bisa dikonversi secara total menjadi air, karbon dioksida, dan biomassa, baik secara aerobik maupun anaerobik dengan bantuan mikroorganisme (fungi, bakteri, etc).
  • Bahan-bahan biodegradable, khususnya plastik, harus bisa mempunyai kemampuan untuk didegradasi oleh mikroorganisme yang hadir di lingkungan itu dengan memasuki rantai makanan mikroba tersebut.

Plastik diklasifikasikan sebagai produk yang non-degradable, sehingga agar disebut sebagai biodegradable, plastik haruslah memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh NF EN 13432 serta beberapa persyaratan lainnya, yang meliputi:

  • Komposisi (menurut EN 13432): menurut standar ini, solid volatile rate secara minimum adalah sebesar 50% serta terdapat ketentuan maksimum untuk logam berat dan flor yang diterima dalam material awal.
  • Disintegrasi (menurut ISO 16929): produk harus dapat terfragmentasi sebagai efek kompos, dengan ambang batas adalah 10% dari berat semula di atas saringan 2 mm setelah trial selama 12 minggu.
  • Kemampuan biodegradasi (menurut ISO 14855:1999): batasan biodegradasi adalah seminimalnya 90% dari seluruhnya, atau 90% maksimum dari disintegrasi dari senyawa referensi selama kurang dari 6 bulan.
  • Kualitas kompos final dan ekotoksisitas (menurut OECD 208): produk haruslah tidak memberikan kerugian kepada lingkungan, yang dibuktikan dengan tes ekotoksisitas dari produk final dan memberikan kinerja setidaknya 90% dari produk inisial.

Adapun jenis-jenis plastik biodegradable sendiri dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok, yaitu:

  • Alami:
    • Tanaman: pati, chitosan, selulosa
    • Bakteri: PHA
  • Semisintetik
    • Contoh: PBS, PBAT, PLA, dll.
  • Sintetik
    • Contoh: PGA, PCL, PBS, PBSA, PTMAT, PVA, dll.

Pemanfaatan bahan biodegradable sering dipakai dalam pembuatan plastik. Beberapa manfaat dari plastik berbahan biodegradable ialah:

  • Pembuatan tas belanja, kantong plastik sampah, dsb.
  • Dalam departemen medis, bioplastics dipakai untuk membuat screws, pins, dan plates, dan sebagai material untuk pembuatan pil dan kapsul.

Pembuatan botol plastik, tea bags, pena, peraut pensil, dan lainnya.

penulis

Desylionie Onggani Winata (13018099)

Fauzan Abdurrahman (13018220)

sumber

Conserve Energy Future.  https://www.conserve-energy-future.com/advantages-disadvantages-uses-biodegradable-plastics.php#:~:text=exposed%20to%20them.-,Uses%20of%20Biodegradable%20Plastics,fruits%2C%20meat%2C%20and%20vegetable.

https://omnexus.specialchem.com/polymer-properties/properties/biodegradable

Green Good. http://www.greengood.com/terms_to_know/biodegradable_definitions.htm

Nature Plast.  http://natureplast.eu/en/biodegradables-plastics-definitions/#:~:text=Biodegradable%20plastics%20have%20to%20fulfil,acceptable%20in%20the%20initial%20material.

Omnexus. https://omnexus.specialchem.com/polymer-properties/properties/biodegradable

Planet Paper Box Group Inc.  https://www.planetpaper.com/biodegradable-recyclable-packaging-material/

Shah, Tejas & Vasava, Dilip. (2019). A glimpse of biodegradable polymers and their biomedical applications. e-Polymers. 19. 385-410. 10.1515/epoly-2019-0041.

Leave a Comment